Victory loves preparations
Sebuah quote menarik yang saya dapatkan dari sebuah film. The Mechanic judulnya. Film yang dibintangi Jason Statham(Bishop) ini bercerita tentang pembunuh bayaran dengan kelihaiannya menghilangkan jejak sehingga pembunuhan tersebut tampak seperti sebuah kematian yang alami. Dalam setiap misi pembunuhannya, Bishop seorang “mekanis” selalu mempunyai perencanaan dan perhitungan yang matang dari segala sisi baik teknis maupun perhitungan segala kemungkinan-kemungkinan bila terjadi kesalahan. Sesempurna mungkin, Bishop selalu mempunyai beberapa rencana cadangan untuk mengurangi tingkat kegagalan misinya.
Dari film ini saya mendapat sebuah pelajaran besar dari quote yang disampaikan di sana. Bahwa pada dasarnya segala sesuatu yang hendak kita lakukan dalam mencapai sebuah tujuan memang butuh rencana dan persiapan yang baik. Terkadang, perencanaan yang dilakukan justru lebih memakan banyak waktu dan pikiran ketimbang pelaksanaan dari tujuan dari semua itu. Sebagai contoh nyata, sebagai seorang pelajar maupun mahasiswa sering menemui yang namanya ujian. Ujian yang sekiranya hanya dilaksanakan dalam beberapa jam saja tersebut membutuhkan persiapan belajar yang begitu matang dan tidak singkat. Bila kita lihat perbandingan waktu proses belajar dengan ujian tidaklah sangat adil. Namun itulah yang terjadi dan nyata bahwa memang persiapan itu adalah kunci dari sebuah kemenangan/kesuksesan. Inti dari semua hal yang kita lakukan adalah proses. Apapun hasil yang diperoleh, proses tetap mempunyai sesuatu yang sangat berharga yang dinamakan pengalaman. Bila kita sudah mampu melihat hasilnya, maka semua itu kita kembalikan pada proses yang sebelumnya kita jalani apakah persiapan yang kita lakukan cukup baik dan maksimal atau bahkan kurang.
Namun, terkadang sebuah perencanaan yang baikpun belum cukup memberikan hasil yang memuaskan. Tentunya hal ini bisa saya katakan karena sebuah faktor “x”. Bagi saya pribadi faktor “x” ini baik bila diperhitungkan, namun bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal ini. Faktor “x” lebih saya anggap sebagai sesuatu yang berasal dari sang Illahi yang menciptakan kehidupan ini. Sesuatu hal yang tidak dapat kita(manusia) intervensi, hanya berharap faktor “x” yang kita temui tidak menjadi penghalang rencana kita sebagai manusia. Harapan itulah yang sering kita wujudkan dalam sebuah DOA dan persiapan yang kita lakukan selama proses dalam mencapai tujuan hidup ini adalah UPAYA. Dalam upaya tersebut, dibutuhkan sebuah preparation/persiapan sehingga dengan sendirinya victory/kemenangan akan datang sebagai buah dari tujuan itu.
cahyoherdian
Discussion
No comments yet.